Gua Kehilangan Lagi

Kamis, 04 Juni 2026

Innalillahi wa innailaihi rajiun, gua tahu hal yang paling ditakuti oleh hampir semua perantau itu kalau dapet telepon tengah malem, apalagi yang nelpon itu anggota keluarga, dan malam ini gua ngerasain ini.

Hari ini waktu tidur gua berkurang banyak, bangun jauh lebih cepat karena income called yang ga berhenti.masuk, telepon tengah malem dari keluarga, dini hari ini cak pulang dipanggil oleh Allah. Cak yang secara ga langsung jadi sosok ayah pengganti setelah papa pulang dipanggil Allah 14 tahun lalu, dan jadi orang yang beda setelah itu, gua posisiin cak sebagai pelindung sekaligus orang yang bisa diandalkan. Cak orang yang ga pernah gua lihat marah ke ponakan-ponakannya, yang terlihat santai dan selalu senyum kepada orang, this is core memory lot of people to him, and also me admire it, gua ngeliat ini dan belajar untuk ini. Cak juga alasan gau cukup berani ninggalin keluarga di kampung, cak yang jagain mama, mama ok, wawak, dan keluarga lainnya yang netap di kampung, cak orang yang selama ini masukin token listrik dirumah mama, cak yang jagain rumah kalo mama atau wawak lagi ada perjalanan jauh, cak yang anter jemput ponakan gua yang masih sekolah di kampung, cak yang tahu banyak hal tentang gimana bikin masakan khas kampung yang sering dibikin kalo lagi pada mudik. Memang terkesan sepele, tapi cak mikul tanggung jawab semua itu sebagai satu-satunya laki-laki dewasa di kelaurga yang memilih menetap di kampung, tapi itu juga yang bikin cak penting dalam keluarga.

Sekarang gua ga ada sosok orang yang bisa gua anggap sosok seorang ayah lagi, mungkin akan ada kedepannya, tapi proses itu mungkin cukup susah, karena sekarang gau bisa bilang sudah mengurus diri sendiri. Semoag tenang disana cak, tenang sama papa, neino, neknang, Al Fatihah...

Sekarang gua bakal belajar untuk ikhlas dari berpulangnya cak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awal dari Sebuah Cerita Perjalanan Panjang

The Way to Found Out Ourself

Jum'atan Terakhir di Ramadhan 2026