Goverment Please Jangan Aneh - Aneh Dulu

Selasa, 20 Mei 2026

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menjalani hari dengan baik oleh Allah.

Setelah merasa waktu berjalan dengan cukup lambat kemarin, hari ini terasa seperti hari biasa, entah fenomena aneh apa yang membuat gua merasa waktu berjalan lamban kemarin.

Hari ini engga ada kerjaan yang diberikan secara khusus ke gua, ada kerjaan tim tapi mostly di server yang gua ga bisa akses, jadi hanya bisa bantu logic dan apapun itu untuk berkontribusi.

Belakangan ini kondisi politik dan perekonomian indonesia cukup sensitif, karena kebijakan goverment serta pernyataan para politisi di masa sekarang ini terdengar sedikit ngawur ditambah masyarakat yang sangat sensitif mengenai hal - hal ini. Nilai rupiah melemah terutama terhadap dollar mencpai lebih dari 5% dalam waktu kurang dari 2 tahun, presiden yang menetapkan aturan 1 pintu untuk ekspor khususnya komoditas sumber daya alam (cpo, energi, dsb) yang terasa makin banyak monopoli serta intervensi pemerintah terhadap perilaku bisnis, yang sebenarnya di satu sisi bagus jika dikelola dengan baik dan oleh orang yang kompeten, tapi di sisi lain juga menjadi kekhawatiran terhadap pengusaha dan investor mengenai hal - hal ini. Dari sekian banyak issue sensitif ada sedikit angin segar dengan adanya intervensi BI terhadap kenaikan suku bunga, untuk menguatkan nilai rupiah, tapi di sisi lain semangat untuk para pejuang cicilan, khususnya KPR serta pelaku usaha UMKM, semoga kalian kuat di tengah kenaikan suku bunga dan masyarakat menahan daya beli.

Tulisan ini sebagai implementasi dari hasil baca hari ini, dimana journal sebagai media untuk melepaskan apa yang menjadi benang kusut dalam pikiran menjadi tulisan (syukur-syukur beraturan), dengan menuangkan isi pikiran ini bisa bermanfaat banyak, seperti pengamatan terhadap diri sendiri dan bisa menjadi acuan dalam proses berpikir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awal dari Sebuah Cerita Perjalanan Panjang

The Way to Found Out Ourself

Jum'atan Terakhir di Ramadhan 2026